Virus Campak
Dua warga negara asing ( WNA ) asal Australia dikabarkan
terinfeksi virus campak setelah berkunjung ke Indonesia. Seorang perempuan
berusia 18 tahun dengan riwayat vaksinasi lengkap dikabarkan terinfeksi virus
campak setelah melakukan perjalanan dari Jakarta – Perth pada awal bulan
Februari 2026. Dan pada kasus kedua juga ditemukan seorang anak perempuan berusia
6 tahun dengan tanpa riwayat vaksinasi terinfeksi virus campak setelah melakukan
perjalanan Jakarta – Sydney pada pertengahan Februari 2026. Beberapa rekan
artis dan influencer di Indonesia juga dikabarkan terinfeksi virus ini.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Indonesia hingga
awal bulan Maret 2026 tercatat 8.716 kasus campak dengan kasus suspek sebanyak
10.826 kasus. Jika kita bandingkan dengan data kasus campak pada tahun 2025
tercatat sebanyak 3.444 kasus dinyatakan positif dengan kasus suspek sebanyak
23.128 kasus yang dilaporkan pada agustus 2025. Hal ini berarti, dari agustus
2025 hingga februari 2026 insidensi virus campak sebanyak 5.272 kasus dengan
prevalensi sebanyak 8716 kasus.
Namun sebenarnya apasih yang dimaksud dengan virus
campak? Campak merupakan penyakit virus akut yang disebabkan oleh RNA virus
genus Morbillivirus, famili Paramyxoviridae. Virus ini ditularkan
melalui droplet penderita yang terhirup di udara, virus campak masuk melalui
saluran pernapasan dan melekat pada sel-sel epitel saluran napas. Setelahnya virus
akan bereplikasi dan menyebar ke kelenjar limfe regional. Masa inkubasi virus
campak sendiri sekitar 10 hari.
Adapun gejala dari penyakit campak biasanya dengan
anamnesis berupa demam, batuk, pilek, mata merah dan ruam yang mulai timbul dari
belakang telinga sampai ke seluruh tubuh. Adapun pemeriksaan fisik berupa suhu
badan tinggi diatas 38 derajat celcius dan pemeriksaan penunjang berupa
pemeriksaan darah berupa leukopenia dan limfositopenia serta pemeriksaan Imunoglobulin
M ( IgM).
Komplikasi virus campak diantaranya bronkopneumonia dan
laringotrakeobronkitis pada saluran pernapasan, diare yang berujung pada
dehidrasi serta otitis media pada telinga dan juga keratitis. Pencegahan penyakit
campak dapat dilakukan dengan vaksinasi campak ataupun vaksinasi MMR ( Measles,
Mums, Rubela ) pada usia 9 bulan dan selanjutnya vaksin di tahap kedua pada
usia 2 tahun.
Penyakit campak sendiri merupakan self limited disease
namun sangat infeksius. Angka kesakitan ( morbiditas ) dan angka kematian ( mortalitas
) penyakit ini akan meningkat pada penderita yang memiliki faktor resiko
terjadinya komplikasi.
Wah bagus banget, barutau tentang virus campak sebanyak itu
BalasHapus