amoeba pemakan otak

Tahukah kamu?

Pada akhir tahun 2022 penduduk dunia dihebohkan dengan kasus amoeba pemakan otak. Kehebohan tersebut berawal saat ditemukannya satu kasus amoeba pemakan otak di Korea Selatan. Pada tanggal 26 Desember 2022, badan pengendalian dan pencegahan penyakit Korea atau yang disingkat KDCA mengkonfirmasikan adanya seorang warga negaranya yang meninggal dunia setelah terjangkit amoeba tersebut.
Korban yang terinfeksi oleh Amoeba pemakan otak tersebut merupakan warga korea yang baru saja pulang dari Thailand. Ia menetap di Thailand sekitar empat bulan dan kembali ke Korea pada tanggal 10 Desember 2022. Kemudian ia dirawat di salah satu rumah sakit yang ada di Korea keesokan harinya. Dan dinyatakan meninggal dunia setelah dirawat selama kurang lebih satu minggu.

Kasus serupa juga pernah terjadi di Amerika Serikat, dilaporkan insidensi amoeba pemakan otak tersebut di Amerika Serikat sebanyak tiga orang yang meninggal dunia pada tanggal 23 November 2022. Dengan prevalensi sebanyak 154 kasus dalam kurung waktu dari tahun 1962-2021. Kasus ini juga pernah terjadi di Pakistan, diberitakan out breaks today pada tanggal 2 Mei 2022 ada 1 kasus kematian akibat amoeba pemakan otak dengan prevalensi 50 kasus di Karachi, ibu kota Sindh.

Bagaimana dengan Indonesia sendiri? menurut konfirmasi dari dari sekretaris dierktorat jendral kesehatan masyarakat kemenkes Sri Nadia Tarmizi menyatakan bahwasanya pertanggal 29 Desember 2022 belum ada laporan atas kejadian infeksi amoeba pemakan otak di Indonesia.

Apasih yang dimaksud dengan Amoeba pemakan otak?

Berdasarkan centers for disease control and prevention, amoeba pemakan otak atau yang memiliki nama ilmiah Negleria fowleri merupakan organisme bersel satu yang hidup bebas di tanah dan air tawar hangat seperti sungai, danau ataupun sumber air panas. Mikroorganisme satu ini memiliki sifat termofilik, yang berarti menyukai tempat panas dan dapat hidup pada suhu yang tinggi.

Negleria fowleri menginfeksi otak manusia melalui saluran pernapasan. Saat Negleria fowleri tanpa sengaja masuk melalui hidung manusia, maka ia akan masuk menuju otak melalui susunan saraf yang ada di hidung. Pada tahap awal, Negleria fowleri akan menginfeksi selaput otak dan akan menyebabkan si penderita measakan gejala seperti pusing, mual, muntah dan akan berkembang menjadi infeksi yang lebih serius dan dapat menyebabkan koma hingga kematian jika tidak segera ditangani.

Bagaimana penyebaran Amoeba pemakan otak?

Naegleria fowleri atau yang lebih dikenal dengan amoeba pemakan otak hidup bebas di tanah dan banyak ditemukan pada air tawar hangat. Naegleria fowleri hanya bisa menginfeksi manusia jika masuk melalui saluran pernapasan manusia dan tidak dapat menginfeksi manusia jika masuk melalui saluran pencernaan, serta tidak dapat ditularkan dari satu orang ke orang yang lainnya.

Bagaimana cara pencegahannya?

Untuk cara pencegahan sendiri sebisa mungkin menghindari sumber paparan dari  Amoeba itu sendiri. seperti tidak berenang ataupun menyelam pada danau ataupun sungai. Serta selalu menjaga keamanan jika memang harus berenang di sumber paparan tersebut dan usahakan memakai penutup hidung saat menyelam.


Bagaimana cara pengobatannya?

Salah satu pilihan terbaik dari pengobatan infeksi Neagleria fowleri sendiri yaitu dengan mendapatkan pelayanan kesehatan sesegera mungkin saat menyadari adanya gejala dari infeksi amoeba itu sendiri. sebab masa inkubasi yang cukup singkat dengan tingkat kematian yang tinggi membuat penderita yang terinfeksi harus segera mendapatkan pelayanan kesehatan yang efektif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Age gap relationship merupakan child grooming?

Virus Campak

Cystitis