Infeksi Nosokomial
Infeksi nosokomial disebut juga infeksi yang terkait dengan pemberian pelayanan kesehatan dalam fasilitas perawatan kesehatan. Pada saat dirawat di rumah sakit infeksi belum terjadi dan belum tampak tanda-tanda klinis infeksi. Pada saat itu penderita tidak sedang berada dalam masa inkubasi penyakit akibat infeksi tersebut. Penderita mendapatkan perawatan di rumah sakit lebih lama dari masa inkubasi infeksi penyakit tersebut. Sebagian besar infeksi nosokomial secara klinis terjadi antara 48 jam sampai empat hari sejak penderita mulai dirawat di rumah sakit. Infeksi yang terjadi sesudah penderita pulang dari rumah sakit bisa dianggap infeksi nosokomial rumah sakit jika organisme penyebabnya didapat selama tinggal di rumah sakit.
Menurut penelitan WHO (world health organization) pada rumah sakit berasal dari 14 negara yang berada di tempat kawasan (regional) WHO, sekitar 8,7% penderita yang dirawat di rumah sakit mengalami infeksi nosokomial rumah sakit.
Penyakit nosokomial yang didapat di rumah sakit dapat disebabkan oleh bakteri, virus, jamur atau parasit. Mikroorganisme ini bisa berasal dari dalam tubuh penderita sendiri (sumber endogin) atau mungkin berasal dari sumber eksogin, yaitu dari lingkungan, perlengkapan rumah sakit yang tercemar, petugas rumah sakit ataupun dari penderita lain yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut. Sumber endogin adalah bagian tubuh yang biasanya menjadi tempat hidup koloni mikroorganisme, misalnya nasofaring, alat pencernaan ataupun saluran urogenital.
Infeksi akan dimulai dari tempat masuknya mikroorganisme dan akan menimbulkan infeksi setempat (lokal) dan menimbulkan gejala klinis yang terbatas. Infeksi umum akan terjadi jika organisme memasuki aliran darah dan akan menimbulkan gejala klinis sistemik berupa demam, menggigil, penurunan tekanan darah ataupun gangguan mental. Keadaan ini bisa berkembang menjadi sepsis atau yang biasa disebut keracunan darah yang dapat menyebabkan kematian penderita, karena dapat menyerang berbagai organ dengan cepat dan bersifat progresif .
Infeksi nosokomial rumah sakit yang sering terjadi adalah infeksi saluran kemih (urinary tract infection- UTI), pneumonia karena penggunaan ventilator dan infeksi luka operasi. Sumber-sumber infeksi lainnya dapat berasal dari kateter vena sentral dan berasal dari pipa endotrakeal yang dimasukkan ke lambung dari mulut. Infeksi nosokomial yang ditularkan melalui kateter ini menjadi penyebab 4-20% kematian penderita.
Semua penderita rawat inap di rumah sakit beresiko untuk mendapatkan infeksi dari pengobatan atau tindakan operatif yang diterimnya. Anak-anak kecil, orang berusia lanjut dan orang dengan sistem imun tubuh yang lemah (compromised immune system) mempunyai resiko lebih besar mendpatkan infeksi nosokomial. Pencegahan yang dapat dilakukan antara lain menjaga kesterilan alat-alat medis, meningkatkan hygiene serta mengurangi penggunaan antibiotik berlebih untuk menjaga sistem imun penderita dan terjadinya resistensi bakteri.
Komentar
Posting Komentar