Acinetobacter baumanii
Acinetobacter baumanii adalah bakteri gram negatif yang berbentuk batang pendek dan agak bulat (coccobacilus). Bakteri ini tidak mempunyai flagel dan bersifat pleomorfik aerobik yang biasanya sering didpat dari penderita yang diraway di rumah sakit, dan dari lingkungan rumah sakit.
Acinetobacter baumanii merupakan organisme air yang hidupnya berkelompok di lingkungan yang berair. Organisme ini biasanya berkrmbang biak pada dahak penderita yang dirawat dirumah sakit atau dari cairan pernapasan, luka-luka dan urine. Pada perlengkapan rumah sakit, bakteri ini biasanya hidup sebagai koloni dalam cairan intravenus dan cairan pelarut lainnya. Bakteri ini memiliki virulensi yang rendah, namun tetap saja dapat menyebabkan infeksi.
Acinetobacter baumanii sering ditemukan pada penderita-penderita yang sedang dirawat di ruangan ICU, terutama penderita yang mendapatkan perawatan intubasi dan yang memerlukan babyak saluran intravenous atau perlengkapan monitoring, pipa-pipa pembedahan atau kateter saluran urinari. Infeksi Acinetobacter baumanii jarang didapat pada penderita yang dirawat diruang perawatan. Di rumah sakit sendiri, bakteri dapat berkumpul dalam larutan klinis dan mampu bertahan hidup selama beberapa minggu pada perlengkapan medik dan kulit manusia.
Mikroorganisme ini jarang ditemukan pada orang sehat, tetapi dapat menjadi patogen yang opurtunistik pada manusia dan dapat menyebabkan penyakit pada orang yang memiliki imun rendah dan sering menjadi infeksi dapatan di rumah sakit (infeksi nosokomial).
Diduga terdapatnya A.baumanii ini di rumah sakit akibat dari penggunaan antibiotika yang terus menerus oleh penderita dirumah sakit tersebut. Karena sebagian besar infeksi A.baumanii berisfat MDR (multi drug resisten) atau disebut resiten terhadap banyak obat.
Angka kesakitan dan kematian akibat infeksi acinetobacter baumanii yang terdapat bersamaan dengan penyakit yang sudah ada sebelumnya (underlying disease) dan menurunnya imun penderita, bukan karena keganasan bakteri ini. Angka kesakitan dan kematian akan meningkat pada penderita infeksi yang berat karena penyakit multisistem, bukan karena memberatnya infeksi Acinetobacter baumanii.
A.baumanii dapat menyebabkan infeksi kulit dan jaringan lunak, pneumonia akibat penggunaan ventilator, infeksi luka, infeksi saluran kemih, meningitis sekunder dan bekteremia. Bakteri ini harus lebih diperhatikan pada perawatan penderita yang menggunakan ventilator mekanik, penderita yang dirawat karena terbakar dan penderita yang dirawat dengan trauma/rudapaksa. Pada waktu terjadi perang di Irak dan Afganistan tentara Amerika banyak mengalami luka-luka yang terinfeksi oleh A.baumanii. Perawatan tentara pada perang ini biasanya diteruskan ke fasilitas pengobatan militer Eropa dan Amerika. Hal ini menjadi penyebab penyebaran A.baumanii yang resisten antibiotika ke Eropa dan Amerika.
Pada saat ini banyak dilaporkan terjadinya epidemi yang disebabkan karena infeksi A.baumanii yang sudah kebal terhadap banyak obat (MDR). Pengobatan yang dilakukan terhadap infeksi bakteri ini adalah menggunakan kombinasi polimiksin dan tigesiklin yang bersifat bakteriostatik. Selain kurang efektif, obat ini juga mempunyai efek samping yang berbahaya.
A.baumanii tahan terhadap kekeringan dan disinfektan sehingga dapat bertahan dalam waktu yang lama di lingkungan. Selain itu bakteri ink juga sudah resisten terhadap banyak obat. Pencegahan dan pengendalian bakteri ini lebih ditujukan pada peningkatan hygiene dalam melakukan perawatan.
Komentar
Posting Komentar