Stunting

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan yang menyita perhatian banyak pihak, termasuk saya. Tapi mungkin bagi sebagian orang kata stunting masih asing di telinga anda. Wajar saja, masalah kesehatan yang satu ini memang kurang tenar di kalangan masyarakat pada umumnya. Tapi saya yakin jika anda pasti bisa menemukan penderita stunting di sekitar anda. Atau mungkin anda salah satunya ?

Stunting adalah kekurangan gizi kronis dalam jangka waktu yang lama, dan umumnya terjadi pada masa awal kehidupan ( 1000HPK ).  Stunting pada anak dapat ditandai dengan proporsi pertumbuhan tinggi badan anak yang dibawah ambang batas normal anak seusianya. Stunting akan sangat sulit ditangani jika anak sudah memasuki usia 2 tahun. Maka dari itu sangat penting untuk seorang ibu selalu memantau pertumbuhan buah hatinya.

Penyebab stunting

1. Status gizi ibu pada saat hamil

Tidak bisa kita pungkiri lagi bahwasanya status gizi ibu sangat berkaitan erat dengan status gizi janin yang dikandungnya. Maka dari itu sangat penting bagi seorang calon ibu memperhatikan status gizinya jauh sebelum merencanakan kehamilan. Seperti yang telah saya paparkan pada postingan sebelumnya, bahwasanya masa awal kehidupan anak bukanlah dimulai pada saat anak terlahir di dunia, melainkan pada saat bertemunya sel telur dengan sperma. Teruntuk para calon ibu saya harap bisa menjadi ibu yang bijak.

2. Kurangnya edukasi

Kurangnya edukasi calon orang tua juga berkaitan erat dengan kejadian stunting. Edukasi yang saya maksud disini bukanlah masalah jenjang pendidikan, melainkan pengetahuan.  Anda tidak harus menjadi seorang tenaga kesehatan atau bahkan menikah dengan seorang tenaga kesehatan agar anak anda terbebas dari stunting. Biasanya seorang ibu hanya memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi oleh anaknya hanya dari segi kuantitas (banyaknya). Atau bahkan ada juga seorang ibu yang selalu berfikiran yang terpenting anaknya kenyang dan tidak rewel. Padahal sebenarnya itu adalah tindakan yang salah. Penting bagi seorang ibu memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi oleh anaknya dari segi kualitas (kandungan gizinya) karena makan dalam jumlah yang banyak belum tentu dapat memenuhi kebutuhan gizi harian seorang anak. Penting bagi seorang ibu untuk memperhatikan keberagaman makanan yang dikonsumsi oleh anaknya.

3. Sanitasi yang buruk

Sanitasi yang buruk merupakan salah satu masalah yang dapat dengan mudah kita temukan di negara berkembang dengan mayoritas penduduk yang padat, terutama di Indonesia. Sanitasi yang tidak baik merupakan faktor utama penyebab penyakit diare dan cacingan. Masalah kesehatan yang satu ini dapat mengganggu penyerapan nutrisi pada anak anda. Apabila kondisi ini terjadi secara terus menerus dan dalan jangka waktu yang panjang maka akan memperbesar kemungkinan anak anda menderita stunting.

4. Penyebab lain

Sebenarnya banyak penyebab lain yang dapat menjadi faktor pemicu stunting. Tapi saya lebih tertarik untuk membahas tentang rokok. Karena apa ? Karena banyak sekali seorang ayah maupun calon ayah yang mengonsumsi rokok. Atau bahkan tidak jarang kita temui seorang ibu maupun calon ibu yang merokok. Taukah anda bahwa sebuah penelitian membuktikan adanya korelasi antara rokok dengan kejadian stunting ? Mungkin bagi sebagian orang beranggapan merokok tidak masalah apabila kita merokoknya tidak dirumah. Tapi taukah anda bahwa residu dari rokok yang anda konsumsi dapat menempel pada baju yang anda kenakan atau bahkan tubuh anda sendiri. Untuk urusan yang satu ini bagi saya sih tidak ada toleransi lain selain berhenti merokok. Buat ayah maupun calon ayah, jadilah ayah yang bijak !

Dampak stunting

Stunting memiliki banyak dampak baik dalam jangka waktu pendek maupun dalam jangka waktu panjang. Bahkan stunting tidak hanya berdampak bagi penderitanya saja, melainkan juga berdampak pada kemajuan suatu negara. Adapun dampak stunting antara lain, yaitu :

1. anak akan mudah sakit

2. Kemampuan belajar anak pada masa sekolah rendah dikarenakan pertumbuhan otak anak terhambat. Kondisi ini menyebabkan anak menjadi kurang berprestasi pada masa sekolah dan sulit memperoleh pekerjaan yang mapan pada saat dewasa.

3. Resiko terkena penyakit degeneratif seperti diabetes, kanker, jantung dan stroke meningkat.

4. Stunting juga dapat menurun pada generasi berikutnya atau yang sering disebut kekurangan gizi antar generasi. Tapi perlu anda ketahui stunting tidak termasuk dalam penyakit keturunan.

5. Wanita penderita stunting juga beresiko tinggi mengalami komplikasi pada saat kehamilan.

Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat. Maaf jika terdapat kelalaian pada tulisan saya. Untuk pertanyaan, kritik dan saran bisa ditulis di kolom komentar atau jika ingin terhubung dengan saya secara personal bisa langsung melalui email saya atau via dm instagram @fadilla1002.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Age gap relationship merupakan child grooming?

Virus Campak

Cystitis