Kanker serviks

Pada postingan kali ini saya akan membahas seputar kanker serviks (kanker leher rahim). Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan dengan prevalensi yang cukup tinggi di beberapa negara berkembang, termasuk Indonesia.

Mungkin istilah kanker serviks tidak asing lagi ditelinga kita beberapa waktu belakangan ini. Tapi taukah anda apa itu kanker serviks ?

Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel dileher rahim. Penyebab terbesar kanker serviks di dunia adalah HPV (Human Papilloma Virus). Biasanya disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Serviks adalah sebuah organ berbentuk tabung silinder yang menghubungkan uterus (rahim) dengan vagina. Kanker serviks biasanya tidak menunjukan gejala spesifik pada tahap awal, biasanya gejala baru akan muncul pada tahap lanjutan. Sehingga tidak heran jika seorang pengidap kanker serviks baru akan menyadarinya setelah stadium lanjut. Tapi taukah anda jika kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling bisa dicegah dan ditangani jika terdeteksi lebih dini.

Faktor pendukung

1. Tidak setia. Melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan dapat meningkatkan resiko terinfeksi HPV. Belajarlah untuk setia pada pasangan anda mulai dari sekarang, karena tanpa anda sadari tidak setia mampu mendatangkan banyak bencana ! :)

2. Semua wanita yang aktif melakukan hubungan seksual dan wanita yang sudah pernah melakukan hubungan seksual beresiko terkena kanker serviks. Hanya saja jika anda melakukannya hanya dengan satu pasangan akan dapat mengurangi resiko.

3. Melakukan hubungan seksual di usia yang sangat muda. Ini merupakan salah satu dilema bagi para orang tua untuk mengawasi anaknya lebih extra lagi. Hubungan seksual yang terjadi pada usia remaja ini pun tidak jarang dilakukan diluar pernikahan. Perilaku ini selain bertentangan dengan ajaran agama, juga memiliki dampak yang tidak baik bagi kesehatan anda pada masa mendatang. Jadilah remaja yang bijak !

4. Mengandung dan melahirkan pada usia yang sangat muda (dibawah 17 tahun). Selain berdampak pada kesehatan, menikah diusia yang sangat mudah juga menentang undang-undang pernikahan di Indonesia. Ada baiknya jika anda menata masa depan terlebih dahulu sebelum akhirnya memantapkan hati untuk menikah. Karena menikah bukanlah sebuah permainan dan seharusnya hanya dilakukan sekali seumur hidup. Selain membuat cita-cita anda pupus, menikah di usia sangat muda juga berdampak pada kesehatan anda.

5. Merokok

6. Mempunyai riwayat keluarga yang mengidap kanker serviks maka akan memperbesar resiko anda untuk terkena kanker serviks. Tapi perlu anda ketahui disini, kanker serviks bukanlah suatu penyakit keturunan.

Gejala

1. Nyeri pada perut bagian bawah

2. Pendarahan setelah melakukan hubungan seksual

3. Timbulnya keputihan yang tidak wajar (biasanya bercampur darah dan berbau busuk)

4. Terjadinya pendarahan setelah menopause

Pencegahan

Seperti yang kita ketahui sebenarnya mencegah lebih baik dari pada mengobati. Kanker serviks sebenarnya dapat dicegah dengan beberapa cara, diantaranya yaitu dengan cara melakukan vaksin HPV pada usia pranikah dan rutin melakukan papsmear setiap tahunnya bagi wanita yang aktif secara seksual.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat. Matur suwun :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Age gap relationship merupakan child grooming?

Virus Campak

Cystitis