Pemanfaatan sumber tenaga kesehatan masyarakat di Indonesia
Seperti yang kita ketahui dikebanyakan negara berkembang terkhususnya Indonesia, penduduknya lebih tertarik pada upaya kesehatan kuratif (pengobatan) ketimbang upaya kesehatan preventif (pencegahan). Mereka cenderung memilih untuk pergi ke dokter pada saat sakit. tindakan ini bukan hanya membuat kita rugi dalam segi finansial saja, akan tetapi kita juga akan rugi dalam segi waktu. Bagaimana tidak, waktu yang seharusnya kita gunakan untuk bekerja harus digunakan untuk beristirahat hanya karena sakit. Jika kondisi ini terus menerus terjadi maka produktivitas seseorang juga akan menurun.
Peran seorang sarjana kesehatan masyarakat disini adalah mengurangi angka kesakitan dan kematian dengan menitikberatkan pada upaya promotif, preventif serta protectif. Namun pemanfaatan tenaga kesehatan di Indonesia sendiri belum maksimal. Bukan bagaimana caranya mengobati penyakit, tapi bagaimana caranya agar kita tidak sakit. Pola fikir ini yang seharusnya dimiliki oleh masyarakat Indonesia. Bukan anjuran minum obat yang harus pasien fikirkan, tapi bagaimana caranya menerapkan pola hidup sehatlah yang harus mereka fikirkan agar tidak rerulang lagi, lagi dan lagi.
Peran pemerintah juga sangat besar dalam kasus seperti ini. Berapa banyak lagi anggaran negara yang harus dikeluarkan hanya untuk mengobati penyakit ? Bukankah dengan menerapkan pola hidup sehat kita bisa mencegah timbulnya penyakit ? Dan jika angka kesakitan di Indonesia menurun dan angka produktivitas meningkat itu lebih baik. Untuk mewujudkan semua ini kita tidak bisa berdiri sendiri, kita membutuhkan dukungan dari banyak pihak agar mimpi besar ini bisa kita wujudkan bersama. Ayo bersama kita wujudkan Indonesia yang lebih sehat demi meningkatnya produktivitas masyarakat.
Untuk pertanyaan, kritik dan saran bisa langsung ditulis di kolom komentar yang ada di bawah. Terimakasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat :)
Komentar
Posting Komentar