Difteria

Apa itu difteria?

Difteria merupakan penyakit yang jarang terjadi,  dan lebih sering menyerang remaja dan usia dewasa. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri corynebacterium diphtheriae. Penyakit difteri memiliki dua bentuk,  yaitu:

1. Tipe respirasi, yang disebabkan oleh strain bakteri yang memproduksi toksin (toksigenik).

2. Tipe kutan,  yang disebabkan oleh strain toksigenik maupun yang non toksigenik.

Pada tipe respirasi memiliki dampak gejala berat sampai meninggal,  sedangkan pada tipe kutan biasanya berdampak ringan dengan peradangan yang tidak khas,  sehingga tidak lagi dilaporkan pada program penanggulangan.

Penularan

Penularan penyakit difteria antara lain melalui droplet saat penderita atau karier batuk,  bersin,  dan berbicara.  Akan tetapi,  debu ataupun muntahan juga dapat menjadi media penularan penyakit ini.  Masa inkubasi bakteri corynebacterium diphtheriae sendiri berkisar antara 2-5 hari. Karier penyakit difteria sendiri adalah orang yang terinfeksi bakteri pada hidung dan tenggorok akan tetapi tidak menunjukkan gejala penyakit.

Bakteri corynebacterium diphtheriae masuk ke dalam tubuh manusia melalui mukosa atau selaput lendir. Kemudian bakteri tersebut akan menempel dan berkembang biak pada mukosa saluran napas atas.  Selanjutnya bakteri corynebacterium diphtheriae akan memproduksi toksin dan menyebarluaskannya ke daerah sekitar dan seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan limfe.

Gejala

peradangan pada tenggorok
• demam yang tidak tinggi
• pembekakan leher khas difteria
• adanya pembentukan membran (pseudomembrane) keputihan pada tenggorok atau tonsil yang mudah berdarah bila dilepas

Peradangan dapat menyebabkan kematian dengan menyumbat saluran napas.  Komplikasi dapat terjadi karena efek toksin dari bakteri corynebacterium diphtheriae yang menyerang saraf menyebabkan kelumpuhan,  dan jika menyerang jantung menyebabkan miokarditis.

Pencegahan

Pencegahan difteria dapat dilakukan dengan memberikan imunisasi DPT (difteria,  pertusis,  dan tetanus)  pada bayi, dan vaksin DT (difteria,  tetanus) pada anak usia sekolah dasar. Setiap bayi  (0-1 tahun)  perlu diberikan vaksin DPT sebanyak tiga kali yang dimulai pada anak usia dua bulan dengan selang waktu antar suntikan minimal satu bulan dan diulang kembali saat anak berusia 6-7 tahun melalui program BIAS (bulan imunisasi anak sekolah)  di sekolah dasar.

Terimakasih,  semoga bermanfaat :)

Komentar